Selasa, 06 September 2011

Tulisan dari Kawan

Udah lama banget ga buka blog. Ada tulisan temen di milis HMS 2003 dan menurut gw bisa untuk dijadikan bahan pemikiran. Pertamanya gw bingung ini tulisan mau diposting di mana trus tiba2 inget kalo punya blog. Gw beneran udah lupa kalo punya blog.

Temen kuliah gw ini emg dari mahasiswa udah keliatan kalo punya idealisme yang tinggi dan kemauan yang tinggi untuk mencapai idealismenya itu. Buat sebagian orang mungkin konyol karena jaman skrg pemikiran orang lebih banyak berbasis ke materialisme, tapi ada orang seperti ini ada untuk mengingatkan kita akan suatu hal yang kita lupakan dan yang bisa jadi bahan pemikiran kita dan nantinya untuk langkah yang kita ambil ke depannya. Ini tulisan dia:



sedikit berbagi cara pandang terhadap dunia

DUNIA,
Pada akhirnya kita perlukan sebuah batasan. Sah saja kita peduli kepada afganistan or afrika or other states, tapi kampung halaman rasanya lebih membutuhkan kita. Di jaman yang serba interkoneksi dan tanpa sekat ini, geografis menjadi sebuah gravitasi. Terkesan old-fashion dimana Hidup dan segala dinamika sosial ekonominya didasarkan atas Place-Based. Tapi ini perlu, dimana bumi dipijak disitu langit dijinjing. Saya ada untuk Bumi Tapanuli.

Pemikiran ini yang menjadi sebab terjunnya saya ke wilayah Tapanuli-Based. Sebuah wilayah yang dihuni mayoritas suku bangsa Batak dengan segala budaya dan kearifan leluhurnya. Agama asli suku Batak bukanlah kristen, penjajahan agama import ini bermula dari 150 tahun yang lalu. Sampai sekarang nenek dan kakek saya masih menganut agama kuno, ancient religion. Saya yang telah mengecap pemikiran modern dan kehidupan kampus yang hebat, kini berhadapan dengan roda tradisional dengan orang-orang yang terkesan ketinggalan jaman dalam berbagai hal.

Tapanuli mesti berhadapan dengan paradigma masyarakatnya yang melihat Perantauan sebagai sumber kemakmuran. Semua keluarga disini rata-rata memberangkatkan 2 sampai 3 orang anggota keluarganya pergi MERANTAU. Dasarnya adalah, Bahwasannya disini tidak ada kehidupan, kering, berbatu, berdebu dan gersang. Itulah tipikal alam semesta Toba dalam pikiran orang batak. Sehingga kehidupan dicari di luar sana. Bukan di dalam. Generasi dengan potensi terbaik satu persatu meninggalkan daerah ini. Yang pintar, yang cerdas, yang kreatif, yang gaul, yang toleran, yang dinamis, semuanya beterbangan. Tinggallah orang-orang yang lambat beradaptasi dengan perubahan. Tinggallah orang-orang yang senja, menunggu akhirat menjemput.

Tapi, menilik lebih dekat kita tentu tercengang dengan betapa melimpahnya sumber energi di daerah kaldera terbesar di dunia ini. Geothermal, Air terjun, PLTM memanfaatkan ratusan sungai menuju danau toba, Tambang, dll.. Belum lagi keindahan alamnya yang spektakuler. Karena apabila kita majukan catatan statistik, di sekitar wilayah danau toba ada 1,2 juta jiwa bermukim. Come on... ini adalah massa yang sangat besar. Dan orang-orang terdidik melupakan tempat ini. Seandainya saja kita dapat berkolaborasi untuk menciptakan peradaban yang lebih baik disini.

1. Sumber energi, tentu saja perlu dana yang besar untuk pengolahan ini.
2. Developer Program, konsep pengembangan kawasan pemukiman dengan view alam yang spektakuler. Kita bs sediakan lahan untuk ini, real estate dengan kawasan golf lake view, kiranya bisa kita tawarkan di masa mendatang. Orang-orang kaya akan ngantri untuk memiliki pertapahan di tepian danau toba. we provide their needs..
3.Agrobisnis, saat ini pengolahan lahan-lahan kosong terbuka lebar. Kita bisa menghasilkan komoditas eksport, mengingat trend sekarang adalah segalanya berbau ORGANIK. Kopi organik dipesan perusahaan Perancis dan Jepang. Mereka sudah datang kesini dan bertemu dengan saya. Dan berbagai macam produk pangan lainnya dengan label Pertanian Organik.
4.Bisnis Pariwisata, saat ini belum ada agensi tourisme dengan world-class service dengan spesialisasi Tapanuli dan Danau Toba. Ini adalah peluang yang sangat besar.
5.ETC...

Mengingat bisnis, tak semata yang kita butuhkan adalah Financial Capital. Terbukti, banyaknya perusahaan memulai bisnis dengan modal besar-besaran tapi tidak menghasilkan profit yang signifikan. Saat ini glocal market sedang bergeser menuju Human Capital. Artinya skill yang menjadi prioritas. Money chasing Ideas+Skill+Performance. Itu saja modal kita dalam menciptakan dunia baru itu.

Inilah sekilas DUNIA dalam pikiran sahabat kalian ini. Tentu saja akan semakin kompleks bila disempurnakan oleh pandangan Dunia dari kawan-kawan yang lain juga. Harapan saya, kita saling asah asih asuh dalam menciptakan sejarah oleh generasi kita sendiri. Kita terlahir bukan sebagai follower, kita adalah Leader, dan kita adalah insan-insan pencipta sejarah baru!

Ada 3 jenis manusia:
1. THE FEW, who make things happen!
2. THE MANY, who works for what is happening!
3. THE MAJORITY, who don't even know what is happening!

kawan-kawan, mohon saran, dukungan dan masukan terkait langkah saya di Tapanuli ini. Saya tahu saya tidak pernah sendirian menjalani tugas dan tanggung jawab mengisi kehidupan ini. Setelah mengalami kecelakaan tempo hari, saya semakin terpacu untuk bekerja lebih cerdas dan lebih keras lagi. Kelak, ketika kita semua menghadap Yang Kuasa, kita punya legacy di peradaban abad 21 ini... berapa sih umur manusia? artinya selama hidup, kita selalu punya kesempatan untuk berbuat yang terbaik. Salam Sahabat.

Far away from the deep mountain of Tapanuli
Life is Short, Play More...

Sabtu, 19 Februari 2011

Pengalaman Mengajar

Pertama kali mengajar adalah sewaktu masih jadi mahasiswa, tapi itu kurang begitu berkesan dan menantang karena yang saya ajar adalah mahasiswa yang sudah memiliki pendidikan cukup tinggi dan cenderung menurut karena faktor senioritas.

Pengalaman mengajar yang sangat berkesan adalah ketika oada pertengahan tahun 2007 hingga 2008 awal. Sewaktu itu kuliah saya sudah tidak banyak dan sedang mengerjakan tugas akhir, saya mencari waktu luang dengan kegiatan lain. Saya tertarik dengan pengalaman seorang senior yang mengajar di suatu sekolah untuk anak-anak kurang mampu. Saya mencari infonya dan mulailah saya mengajar di sekolah seperti itu. Tentu saja sukarela dan tidak digaji.

Awalnya saya cukup kerepotan dengan keadaan dan tingkah laku anak-anaknya yang susah diatur, maklum namanya saja anak jalanan, pikiran dan niatnya untuk belajar belum tertanam bahkan mungkin berpikir bahwa pendidikan itu tidak begitu penting, tapi untuk beradaptasi hanya masalah waktu saja. Yang perlu dilakukan hanyalah mencoba menyelami jalan pikiran, kultur, kebiasaan mereka dan mencari cara bagaimana menyesuaikannya sehingga apa yang saya sampaikan benar-benar bisa mereka tangkap. Maka saya mencoba untuk memperhatikan mereka, melihat tingkah laku mereka sehari-hari, bagaimana cara mereka menghadapi suatu hal dan sebagainya. Itu membutuhkan waktu, tapi menarik dan saya sendiri mendapat banyak pelajaran.

Yang saya inginkan bukan hanya mereka mengetahui pelajaran, lebih dari itu, saya ingin di otak mereka tertanam bahwa pendidikan itu penting. Pendidikan itu mengubah hidup. Anda bisa mencapai impian, mengubah keadaanmu yang seperti sekarang ini, mengangkat keluarga dengan pendidikan. Maka sambil memberikan materi pelajaran, saya selalu memberikan hal penting ini supaya benar-benar tertanam di otak mereka. Memang sulit, mengingat hidup mereka selama ini sebagai anak kurang mampu yang tidak mengenal pendidikan, tapi harus terus dicoba dan jangan pernah menyerah.

Untuk mengajar di sini tentu saja membutuhkan effort dan kesabaran ekstra. Anak-anaknya susah untuk fokus dan berkonsentrasi. Saya memaklumi itu. Saya harus melakukan berbagai macam metode untuk bisa mengajar mereka. Hal-hal yang saya lakukan dan akhirnya cukup berhasil adalah:
1. Cobalah untuk memberi beberapa joke untuk mencairkan suasana. Joke tersebut harus bisa dimengerti mereka. Itulah pentingnya mengetahui kehidupan dan kebiasaan mereka.
2. Buat mereka merasa dihargai karena anak-anak seperti mereka kurang mendapat perhatian dan apresiasi yang cukup selama ini. Contohnya simpel dengan menatap mereka satu-satu ketika mengajar, menyebut nama mereka, ucapan terima kasih ketika mereka mau menjawab pertanyaan saya dan pujian cukup ketika mereka berhasil tanpa membuat mereka besar kepala.
3. Gunakan analogi yang mudah dimengerti dalam penyampaian materi. Untuk melakukan hal itu lagi-lagi saya harus mengetahui kehidupan mereka sehari-hari.
4. Berusahalah kenali karakter masing-masing anak dan perlakukan mereka sesuai dengan karakternya. Ada yang harus ditantang dulu baru bersemangat, ada yang harus dipuji untuk membangkitkan, berbeda-beda dan lagi-lagi ini membutuhkan waktu.

Cara-cara itu tentu saja tidak sempurna dan masih saja ada kekurangan. Itulah yang saya pelajari dan terapkan selama kurang lebih 8 bulan mengajar. Banyak pengalaman dan itu benar-benar berharga. Yang berkesan lagi adalah ketika salah satu murid saya ada yang berhasil. Ketika dia berhasil masuk SMA 5 Bandung, dia menghubungi saya, menceritakan keberhasilannya dan mengucapkan terima kasih atas apa yang saya lakukan. Saya benar-benar bahagia mendengarnya. Akhir-akhir ini bahkan dia menghubungi saya lagi, mengatakan kepada saya bahwa dia ingin kuliah di ITB karena ingin mengikuti saya dan ingin saya membimbing dia lagi agar bisa masuk sana. Saya senang sekali. Biarpun hanya satu orang dari sekian puluh anak yang saya ajar, tapi saya tetap bahagia, tidak sia-sia apa yang pernah saya lakukan dan berguna untuk orang lain.

Begitulah sekilas pengalaman mengajar saya. Semoga bisa berguna, terutama untuk yang ingin mencoba bergerak dalam bidang pendidikan dan bergabung dalam Indonesia Mengajar :D.

Jumat, 04 Februari 2011

Kemacetan Jakarta

Ini topik yang sangat sering dibicarakan, apalagi setiap senin pagi. Banyak orang mengeluh soal ini dan bersolusi macam-macam. Sulit diatasi karena masalahnya kompleks tetapi setidaknya saya ingin mengajak semua orang untuk mengatasinya dimulai dari diri kita sendiri.

Macet terjadi karena luas jalan tidak cukup menampung volume kendaraan. Menurut sebuah buku yg pernah saya baca, kendaraan utama yang membuat macet adalah mobil. Motor memang jumlahnya banyak, tetapi ukurannya kecil dan hanya memenuhi sebagian kecil ruas jalan. Truk yang ukurannya besar jumlahnya tidak terlalu tinggi. Kemacetan umumnya terjadi pada saat jam pergi dan pulang kantor. Jadi, bisa disimpulkan bahwa mobil pribadilah yang membuat Jakarta macet.

Dengan melihat faktor luas jalan dan volume kendaraan, solusinya adalah membangun jalan baru atau mengurangi volume kendaraan. Membangun jalan tentu saja membutuhkan biaya yang banyak dan waktu konstruksi yang sangat lama. Jalan bertambah tetapi kendaraan juga makin bertambah tetap saja tidak akan cukup menampung volume kendaraan dan akan terjadi kemacetan lagi. Solusi paling memungkinkan adalah mengurangi jumlah kendaraan. Jika satu mobil hanya diisi satu orang, bukankah sangat tidak efisien?

Jumlah kendaraan yang banyak terjadi karena memang jumlah penduduk Jakarta yang sangat banyak. Banyak pendatang yang pada umumnya mencari atau mendapat pekerjaan di Jakarta, termasuk saya. Memang banyak sekali lapangan pekerjaan. Tetapi saya tidak akan membahas masalah ini karena terlalu kompleks. Sudah puluhan tahun Indonesia tersentralisasi di Jakarta. Untuk itu ada pembahasan dan solusi lain.

Banyak usaha yang dilakukan pemerintah, antara lain peraturan 3 in 1 di jalan Sudirman-Thamrin pada saat jam pergi dan pulang kantor. Daerah tersebut merupakan daerah perkantoran. Jika ribuan karyawan masing-masing menggunakan mobil pribadi, akan ada ribuan mobil juga di jalan tersebut. Dengan adanya peraturan itu, diharapkan jumlah kendaraan pada jam-jam tersebut akan berkurang sehingga tidak terjadi kemacetan. Tetapi, peraturan itu memunculkan pekerjaan baru, yaitu joki.

Cara lain adalah busway. Dengan adanya busway, diharapkan orang-orang yang naik kendaraan pribadi akan naik busway. Itulah kenapa jalur busway adalah jalur-jalur penting di Jakarta. Jika 60 orang masing-masing biasanya mengendarai 1 mobil, dengan naik 1 bus akan berkurang 60 mobil di jalan. Dengan 10 bus saja, akan berkurang 600 mobil. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Yang terjadi adalah para penumpang busway itu adalah para pengendara bis umum yang beralih kendaraan umum ke busway. Hasilnya tetap saja banyak mobil pribadi di jalan.

Hal lain yang kabarnya akan dilakukan adalah pemberlakuan pajak yang tinggi untuk pembelian mobil. Sekarang beli mobil sangat mudah dan bisa kredit, tidak aneh jika banyak yang membeli mobil. Mobil pribadi memang lebih aman dan faktor gengsi juga.

Perlu disadari bahwa kita pun adalah orang yang membuat penuh Jakarta apalagi kita mengendarai mobil pribadi sendirian. Kalau kita terjebak macet, ya itu resiko kita, orang kita sendiri yang membuat penuh jalan kok. Jika mau berbuat, cukup dengan naik kendaraan umum, itu akan mengurangi 1 mobil di jalan.

Harus saya akui bahwa belum ada kendaraan umum yang betul-betul aman dan nyaman. Saat ini busway lah yang paling baik, biarpun masih ada copet dan berdesak-desakan. Untuk masalah copet kita mulai dari kewaspadaan dan antisipasi diri kita sendiri. Jaga diri masing-masing. Jika melihat para penumpang apalagi ibu-ibu berdesakan di bis umum, saya termasuk beruntung karena rute tempat tinggal dan kantor dilewati jalur busway.

Semua dimulai dari kita sendiri, sebelum mengeluh dan menyalahkan lebih baik berkaca dan melihat diri kita terlebih dahulu.

Rabu, 26 Januari 2011

Proses dan Hasil

Tulisan ini dibuat setelah membaca blog dari seorang adik kelas. Saya salut dengan tulisannya. Sebagai orang yang paling bertanggung jawab, paling besar effortnya, ketika ada pandangan negatif dan tuntutan dari orang lain, tetap instropeksi diri dan mau berusaha lebih baik lagi.

Di situ ditulis bahwa ada pandangan negatif dan tuntutan dari orang lain sedangkan orang itu mungkin saja tidak mengerti apa-apa. Jelas ada rasa kecewa karena pengorbanan dan usaha yang dilakukan begitu besarnya tapi orang tidak tahu dan malah ada yang berpandangan negatif seakan dia tidak bertanggung jawab akan perbuatannya. Tetapi dia menulis "Ya Tuhan mungkin usaha saya masih kurang untuk menunjukan kesungguhan usaha saya selama ini dari awal, pertengahan, dan menuju akhir ini". Suatu statement yang sangat bagus, terlepas dari apapun, tetap mau menunjukkan kesungguhannya. Two thumbs up!

Itulah keadaannya, orang-orang melihat kita dari HASIL bukan PROSES. Kelihatannya sepintas memang tidak adil, usaha keras yang merupakan proses seakan percuma apabila hasilnya jelek, tapi itulah hidup. Hasil adalah bukti nyata dari apa yang kita lakukan. Proses bukan bukti, proses adalah cara untuk menunjukkan bukti itu.

Sadar atau tidak, kita pun sudah mengalaminya dalam kehidupan kita. Contohnya adalah sekolah atau kuliah. Keberhasilan akademik sesorang mutlak dilihat dari Indek Prestasi (IP). Mau bagaimana pun belajarnya, berapa jam sehari dia belajar, mencontek ataupun kerja sama, yang akan dilihat adalah nilai "A". Nilai A berarti berhasil. Itu adalah hasil. Jika seorang mahasiswa sudah belajar keras tapi mendapat nilai B, sedangkan temannya yang belajar santai mendapatkan nilai A, adilkah itu? Sepintas memang tidak adil, tapi itulah standar penilaiannya. Apakah IPK di bawah 3 berarti lebih bodoh daripada yang di atas 3? Belum tentu, tetapi jika sebuah perusahaan memiliki standar IPK untuk calon karyawan fresh graduate adalah 3, apakah perusahaan itu akan menerima dengan mudah calon karyawan yang memiliki IPK di bawah 3 dengan anggapan bahwa belum tentu dia lebih bodoh? Jelas tidak, memang ada tes lagi tetapi seleksi awal adalah IPK. Yang memenuhi standar akan masuk. Ngapain perusahaan repot-repot cari tahu serajin apa selama dia kuliah? Sama sekali tidak perlu. Itu adalah contoh suatu penilaian mutlak berdasarkan hasil tanpa melihat proses.

Contoh lain yang paling sering adalah menilai presiden atau pemerintahan negara kita sendiri. Apakah penilai orang terhadap SBY adalah berdasarkan proses? Tentu tidak, hasil yang dilihat. Orang menilai dari apa saja perbaikan di negara ini pada saat dia memerintah baik dari ekonomi, sosial, hubungan dengan negara lain maupun olahraga. Tingkat kemiskinan masih tinggi, berarti dia gagal. Harga sembako naik, berarti dia gagal. Apakah orang melihat proses apa yang dilakukan? Bagaimana rapat-rapat yang dilakukan? Apa saja yang dilakukannya tiap hari hingga kantung matanya hitam dan membesar seperti itu? Hal seperti itu tidak perlu diketahui, hanya akan menghabiskan waktu saja untuk mengetahui hal seperti itu. Yang penting adalah hasilnya, karena itulah yang berdampak langsung dan apa yang rakyat rasakan.

Bukannya mengesampingkan proses, tetapi pada akhirnya hasil lah yang menjadi bukti dan dilihat. Proses adalah cara untuk mencapai hasil, dengan proses yang baik kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang baik akan lebih besar. Sebaliknya jika prosesnya buruk, kemungkinan untuk mendapatkan hasil baik akan lebih kecil. Sebagai contoh kuliah tadi, dengan mengikuti pelajaran dengan baik dan belajar lebih rajin tentunya kemungkinan untuk mendapatkan nilai A akan lebih besar dibandingkan malas-malasan.

Dunia melihat kita berdasarkan hasil dan sedikit sekali yang akan mempedulikan prosesnya. Maka, sebagai seorang pelaku, buatlah proses yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik. Selalulah berusaha keras dan ingatlah bahwa tidak ada usaha yang percuma.

Sabtu, 08 Januari 2011

GMAT

Karena request beberapa orang yang menyuruh gw share tips and trick mengerjakan GMAT akhirnya gw tulis di sini. Mungkin ga jauh beda sama yang dilakukan orang lain, mudah2an berguna.

1. Reading Comprehension
Baca dulu bacaannya. Ambil inti bacaan dan inti dari setiap paragraf serta keterkaitannya. Biasanya kesimpulan ada di paragraf terakhir. Dengan melakukan itu, tidak akan menemui kesulitan ketika sedang mengerjakan soal untuk mencari ada di paragraf mana jawaban dari pertanyaan tersebut.

2. Sentence Correction
Pelajari grammar dengan baik. Identifikasi soal terlebih dahulu, perkirakan di mana masalah soal ini. Biasanya soalnya mengenai "not only, but also", "either or atau neither nor, pemakaian artikel singular atau plural, penyederhanaan klausa, penunjukkan objek yang dijelaskan dalam klausa, sisanya grammar. Ada beberapa soal yang sudah benar, tidak perlu dikoreksi. Maka, kalo udah buntu dan tinggal sedikit soalnya jawab saja A.

3. Problem Solving
Ini matematika dasar. Anak IPA tidak akan menemui banyak kesulitan mengerjakan bagian ini. Mungkin yang perlu dipelajari ulang adalah permutasi dan kombinasi. Yang penting teliti! Buatlah skor setinggi2nya di bagian ini.

4. Data Sufficiency
Ini juga matematika dasar hanya cara pengerjaannya yang berbeda. Kalo bingung, masukkan tiap statement ke dalam soal dan kaitkan. Hati2 dengan pertanyaan seperti ini: "Is x < 0?" Statement yang benar bukan HANYA yang menjawab pertanyaan itu dengan YES, tapi juga NO. Maksudnya, jika statement menunjukkan bahwa x > 0, itu benar. Statement yang salah adalah statement yang tidak bisa mengidentifikasi soal atau tidak bisa menjawab apakah x < 0 atau tidak.

5. Critical Reasoning
Bagian ini yang menurut gw paling susah. Tidak ada cara lain selain harus benar2 mengerti soal, ga boleh sok tahu dan asal nembak. Perkaya vocabulary dan sering2 baca buku berbahasa inggris.

6. Analytical Writing Assessment
Ini perpaduan antara grammar, mengarang dan gali ide. Untuk memudahkan,pertama buatlah poin2 penting dari soal berupa masalah2 yang ada, setelah itu dari setiap poin yang dibuat turunkan menjadi beberapa poin solusi. Kemudian rangkaikan menjadi sebuah karangan. Tiap paragaf membahas satu hal penting, dan perhatikan keterkaitan antar paragraf. Paragraf satu dgn selanjutnya harus nyambung. Pergunakan grammar yang tepat. Cukup pegang dasarnya yaitu simple present, past, perfect, future dan bentuk pasif. Jika punya vocab bervariasi pergunakanlah, jika tidak pun tidak apa2.

Overall, banyak2 latihan soal, cari buku sebanyak2nya dan kerjakan. Lama2 keliatan tipe2 soalnya. Biarpun tetap sulit, setidaknya memudahkan. Persiapkan setidaknya 2-3 bulan sebelum tes, karena jika sambil bekerja pasti ada halangan utk belajar tiap hari dan perlu mengatur waktu untuk cuti.

Good luck!

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru 2011

Satu tahun telah Tuhan berikan kepada kita untuk kita jalani. Semoga Tahun Baru ini menyadarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan karena kita sering lupa bersyukur bahwa Tuhan selalu memberikan hari yang baru kepada kita sampai sekarang hingga kita diperkenankan melewati satu tahun lagi.

Dan semoga dengan merenungkan apa yang telah kita lakukan selama tahun ini, kita menjadi sadar untuk tidak menyia-nyiakan apa yang Tuhan berikan kepada kita setiap harinya.

Selamat Tahun Baru, kawan. Semoga kita bisa membuat tahun yang baru lebih berarti untuk Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati kita senantiasa.

Kamis, 30 Desember 2010

Timnas Indonesia - Piala AFF 2010

Overall penampilan timnas di Piala AFF 2010 kemarin membaik daripada sebelumnya, simpel bisa dilihat dengan 6 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan di sepanjang kompetisi. Namun pada kenyataannya Indonesia lagi-lagi menjadi runner-up untuk keempat kalinya. Namun ada 2 kelemahan yang perlu dibenahi, yaitu:

1. Kemampuan pemain cadangan cukup jauh perbedaannya dengan tim utama dan tidak merata di semua posisi.

Hal ini terlihat jelas di sayap kiri. Ketika Okto tidak bermain dan penggantinya adalah Arif Suyono. Arif terlihat cukup canggung bermain di kiri, karena dia tidak kidal, sehingga ketika dia menerima bola lambung terlihat agak aneh cara dia mengontrol bola. Terlebih ketika di final leg ke 2 dia cedera dan akhirnya Tony Sucipto masuk menjadi bek kiri dan Nasuha yang dimajukan menjadi sayap kiri.

Di posisi gelandang tengah pun terlihat jelas perbedaannya. Ketika lawan Thailand lini tengah diisi Eka Ramdani dan Tony Sucipto, permainan jauh berbeda apabila diisi oleh Firman dan Ahmad Bustomi. Padahal untuk formasi 4-4-2, 2 orang di posisi gelandang tengah sangat vital perannya. Jika tidak punya pemain cadangan yang berkemampuan seimbang dengan pemain inti, akan mudah bagi lawan untuk menghancurkan permainan, tinggal buat cedera saja pemain intinya, maka selesailah sudah.

Ketiga di penyerang, kontribusi Yongki dan Bambang kalah dibandingkan dengan Gonzales dan Irfan. Ketika final leg 1, jelas terlihat permainan Yongki tidak sebagus Irfan.

2. Belum bisa bermain dengan berbagai macam formasi.

Sepanjang kompetisi, formasi yang digunakan adalah 4-4-2 . Hal ini terlihat di final leg 2, pergantian pemain yang dilakukan adalah Bambang menggantikan Irfan dan Eka Ramdani menggantikan Firman padahal Irfan dan Firman tampil cukup bagus. Kenapa tidak menggantikan Ridwan yang penampilannya kurang bagus? Alasan yang paling masuk akal adalah karena tidak mau mengubah formasi 4-4-2. Alfred Riedl tidak mengubah formasi itu entah karena tidak ingin mengubah keseimbangan atau memang karena timnas belum pernah berlatih dengan formasi lain, tapi yang jelas timnas perlu bisa bermain dengan berbagai macam formasi, harus bisa menyesuaikan dengan permainan lawan juga.

3. Mental

Pada saat final leg 1, setelah kebobolan gol pertama, selanjutnya mudah sekali kebobolan dua kali lagi. Gol pertama memang kesalahan Maman, gol kedua tidak perlu terjadi apabila bek bisa konsentrasi dan tenang dalam menghentikan lawan. Dan gol ketiga Malaysia bisa terjadi padahal ada tiga bek Indonesia dan tiga2nya bengong.


Saya tidak akan mengomentari masalah politis, karena memang sebagai seorang rakyat biasa kita tidak tahu apa yang orang2 atas pikirkan dan lakukan.

Banyak pemain2 berkemampuan yang bisa masuk timnas untuk posisi2 penting, contohnya Boaz Solossa di posisi penyerang atau sayap kiri dan Immanuel Wanggai di posisi gelandang tengah. Hanya saja, mereka sering terlibat kasus indisipliner. Memang sulit membentuk suatu tim yang bagus di semua lini.

Perlu adanya pelatnas yang terstruktur dan terorganisir rapi. Tentunya harus ada kerja sama dengan kompetisi lokal supaya tidak terjadi tarik2an pemain dan kebingungan jadwal seperti yang sering terjadi. Itu menjadi tanggung jawab PSSI yang dinilai gagal oleh masyarakat.

Satu Tahun, Satu Hari

Sebentar lagi tahun baru 2011 dan di penghujung tahun seperti sekarang ini, biasanya orang membuat evaluasi apa yang sudah dilakukan selama tahun ini dan membuat resolusi, merencanakan apa yang akan dilakukan tahun depan.

Saya sendiri sudah punya rencana untuk beberapa tahun ke depan bahkan sampai seumur hidup. Tahun depan saya berencana untuk S2 di luar negri, tapi rencana itu disusun dan diusahakan dari tahun sebelumnya karena banyak persiapan yang harus dilakukan. Akan terlambat apabila saya ingin S2 di tahun depan dan baru tahun depan mengusahakannya. Jadi, untuk saya pribadi rencana tahun depan itu ya memang sudah ada di rencana hidup saya keseluruhan, tidak ada kekhususan yang harus dibuat pada awal tahun baru. Satu tahun memang lama, tapi apabila satu tahun dibandingkan dengan satu kehidupan bisa disamakan atau bahkan lebih kecil daripada perbandingan satu bulan dalam satu tahun maupun satu hari dalam satu bulan.

Kita yang sekarang adalah hasil dari pemikiran dan perjuangan kita di masa lalu dan kita di masa depan adalah hasil dari pemikiran dan perjuangan kita di saat ini. Jika kita hari ini tidak melakukan apa-apa, maka besok, lusa dan seterusnya kita akan sama saja seperti sekarang. Tidak perlu menunggu awal tahun untuk membuat rencana baru, tapi buatlah rencana hidup kita tiap hari. Dan tidak perlu menunggu akhir tahun untuk mengevaluasi hidup tapi evaluasilah hidup kita setiap hari.

Jangan sia-siakan hidup satu hari pun karena Tuhan memberi waktu tambahan satu hari dalam hidup dengan alasan yang baik. Bersyukurlah selalu atas hari baru yang kita dapatkan. Dan kita tidak akan pernah tahu lamanya waktu yang Tuhan berikan atas hidup kita, karena itu tidak perlu menunggu pergantian tahun untuk menjadi lebih baik, tetapi berusahalah untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Jika bisa melakukan itu maka satu tahun dan hidup kita akan menjadi lebih baik.

Jumat, 17 Desember 2010

Percakapan Tentang Natal

Malam ini, ketika gw lg nyortir baju2 bekas, ada tmn ngeliat dan terjadi percapakan ttg agama. anehnya akhir2 ini gw sering terlibat dlm percakapan ttg agama dgn org2.

Anggaplah namanya si X, org ini suka bicara ttg agama, mgkn seperti berkotbah ttg kitab suci dan semacamnya. cukup nyambung karena kitab sucinya sama dengan gw, hanya agamanya yang berbeda. Jujur, gw sering menghindari percakapan dgn dia, karena gw menghindari perdebatan agama yg jelas ga akan ada habisnya. Dan dia malah melihat gw yg menghindar itu sbg ciri org yg tdk taat beragama. Yah, mgkn di agamanya dan penilaiannya itu salah satu ciri org taat beragama adalah sering melakukan pembicaraan religius, sering membawa nama Tuhan dan semacemnyalah. Tapi overall, dia melihat kl org seperti gw bukan seorang yg cukup taat (remind me with someone who said the same thing). Terlepas dari benar atau tidak, menilai org seperti itu menurut gw salah, He acts like God yang bisa menilai ketaatan seseorang.

Garis besar percakapannya seperti ini:
X: buat apa mas barang2 itu?

A: ini barang2 buat disumbangin, gw pake alamat kosan buat jadi tmpt pengumpulan baju bekas.

X: wah, lo ternyata org yg cukup peduli juga ya.

A: yah, kl bs bantu kenapa ngga? cuma nyediain waktu bbrp jam dlm seminggu apa susahnya. gw pny cukup rejeki, udah buat seneng2 juga sampe bs nonton bola di senayan, masa nyempetin dan keluarin uang buat gini aja ga bisa sih?

X: hmmm. ini cukup merubah pandangan gw ke lo.

A:(agak kesel tp ditahan) gw melakukan ini bukan buat ngerubah pandangan org. bantu org ya yg penting org yg dibantu dpt pertolongan, apa urusannya dgn org lain?

X: btw buat Natal udah mempersiapkan apa aja ni? udah beli apa aja?

A: kebetulan br bbrp hari kmrn gw abis ngbrl sama org ttg arti Natal. utk kali ini, gw mencoba bertindak sbg seorang pemberi, bukan pengkonsumsi. Natal emg identik dgn baju baru dan segala sesuatu yg baru, tapi apakah harus beli baju baru? siapa yg bilang begitu?

X: memang ga ada yg bilang dan ngatur ttg itu. tapi utk menyambut kedatangan Sang Penyelamat, kita hrs mempersiapkan diri, menjadi seorang yang baru. masa lo menyambut Dia dgn keadaan lo yg sama seperti sebelum2nya?

A: gw setuju kl hrs mempersiapkan, oleh karena itu ada yg namanya masa Advent. banyak musibah yang sangat parah dalam jangka waktu yg tidak lama sblm Advent. gw ngeliat itu sbg hal utk mengingatkan kita dlm masa Advent supaya menjadi lbh peduli dgn org lain. makanya daripada gw beli ini itu, memanjakan diri, merayakan Natal besar2an dan buang waktu buat senang2, kenapa ga menyempatkan waktu dan menggunakan uang kita utk membantu org yg jelas di depan mata lg kesusahan? apa mereka bisa merayakan Natal dgn keadaannya yg seperti itu?

X: menurut lo, org yg ga berpikir begitu apakah salah? apakah di agama lo memang diajarkan begitu?

A: org merayakan Natal dgn caranya masing2, selama tdk merugikan org lain dan tidak melanggar ajaran agama, sah2 saja kan. apakah cara berpikir gw salah? (gw pgn balik nanya: "apakah di agama lo ga diajarkan utk peduli dgn sesama? kenapa sebuta dan secuek itu si dgn sekitarmu dan cm mikir diri sendiri doang? lo bnyk cuap2 religius emg ud melakukan apa sih?" tp ditahan lg krn itu namanya menjudge perbuatan dan agama org. kl gw ngmg gitu berarti salah besar)

X: ga salah kalo menurut gw. gmn cara lo bersikap utk peduli dgn sesama itu? kl gw boleh tau, atas dasar apa lo bisa bersikap gt?

A: ada ajaran utk mencintai sesama seperti mencintai dirimu sendiri, dan cara yg gw pikirkan dan lakukan adalah posisikan diri kita jadi dia. apakah yg kita harapkan apabila tertimpa musibah itu? nah, apa yg diharapkan itulah yang berusaha utk kita lakukan. menurut lo ajaran itu penting ga?

X: penting, karena itu salah satu dari ajaran utama. (trus pergi)

Selasa, 14 Desember 2010

One Step Ahead

Oke, thanks hasil 2 tes yang cukup memuaskan
- TOEFL 607, persyaratan: 550-600
- GMAT 640, persyaratan: 600

TOEFL sih oke lah ya, tapi kalo GMAT tu bener2 prestasi buat gw pribadi. Ada beberapa alasan itu adalah tes utk masuk ke tempat yang bukan utk anak IPA dan tesnya cukup sulit, jauh lebih sulit daripada TOEFL. Jelas terlihat setelah gw mengerjakan dlm waktu 4 jam, langsung mengantuk. yah, mungkin karena otak yang jarang digunakan, begitu konsentrasi penuh langsung cape, tapi terbayar kok.

Someone said: you're the youngest but get the highest. jujur, rasanya senang sekali. bener2 perjuangan hampir tiap malem utk belajar, sampe pernah telat bangun (jam 10 kurang seperempat baru bangun, padahal jam 10nya meeting!!!!!), berusaha lebih memahami bacaaan dlm bhs inggris dgn baca buku ini itu. dan ada hal yang sangat mengganggu dalam belajar dan kepikiran terus bahkan waktu ujian!

Overall, gw puas banget. Thank you so much God, You gave me strength and made me through this. Thanks Mom, You always give me support and always pray for me. What a very great Mom! Thanks Brother for your guidance, support and give me a lot of tricks :D. I still can not reach your score. I always set your score and goal as my target and you always get high score, that's why I can pass the requirement score.
You are the best!

And for the last, thanks to someone who have became my spirit and you were the one who disrupt my concentration also. It becomes clearer, no matter how glad I pass the GMAT, still can not cure this loss. All I want to do now is share my happiness with you, the one who can make me very happy. Yes, I must confess that you are more valuable and worth than all of these.

Sabtu, 27 November 2010

Revised Plan

2011-2012 : Take Master Degree (MBA)
2012-2014 : Back to work in international company
2013/2014 : Married (hope so)
2014-2016 : Work at another international company with higher position
2016-2020 : Take Doctoral Degree
2020-2022 : Back to work again
2022-2030 : Be a professional and a lecturer
2030-end : Hired as president director and to be a expertise at government

Karena manusia tidak tahu takdirnya sendiri, maka ia berhak untuk menentukan cita2nya sendiri dan berusaha untuk mencapai itu. Let God do the rest.

Minggu, 29 Agustus 2010

Media

Jaman globalisasi sekarang ini, hal yang sangat berpengaruh adalah media. Media sudah banyak berkembang sekarang ini. Ada media cetak seperti koran dkk, media elektronik seperti tv dkk. Hal itu tentu saja berdampak postif dan negatif, tergantung org yang memanfaatkannya.

Contoh sederhana, sewaktu kecil kita menonton film G30S/PKI yang disiarkan tiap tanggal 30 desember. Akhirnya kita percaya bahwa PKI itu jahat, dia berusaha merusak bangsa ini. Tapi setelah era reformasi, film itu tidak ada lagi. Ada apa? Apakah ternyata film itu rekayasa? Kalo memang bohong, bagaimana kejadian aslinya? Tidak ada yang tahu, yang jelas pikiran kita sudah teracuni oleh film itu.

Contoh lain adalah film2 Amerika tentang perang. Green Beret, pasukan Amerika yang dikirim perang ke Vietnam, selalu ditampilkan sangat hebat, tidak terkalahkan, padahal Amerika itu kalah waktu perang Vietnam. Anggota Green Beret bisa mengalahkan satu pasukan musuh sendirian, yang paling terkenal adalah Rambo. Itu suatu bentuk propaganda Amerika yang tidak ingin orang lain tau bahwa Amerika itu kalah perang. Akhirnya dibuatlah film2 seperti itu dan orang2 jadi berpikir bahwa veteran perang Vietnam alias Green Beret itu jago banget, tidak terkalahkan.

Hal2 seperti itulah contoh pemanfaatan media. Masyarakat mendapat informasi terutama dari berita di tv dan koran. Sederhana saja, tinggal mengatur berita yang disiarkan, masyarakat pasti percaya tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Tidak salah ada pepatah mengatakan: "Siapa yang menguasai media, maka ia menguasai negara" dan "Sejarah dibuat oleh penguasa"

Kamis, 29 Juli 2010

Liverpool - Season 2010/2011

Sebagai seorang liverpudlian, gw gatel ga komen ttg squad liverpool di season berikutnya, apalg dengan prestasi musim 2009/2010 yang sangat memprihatinkan ditambah kondisi keuangan klub yang buruk, jadinya terpaksa belanja pemain pas2an dan diharuskan mencapai prestasi tinggi di musim 2010/2011.

Formasi pilihan : 4-2-3-1

GOALKEEPER
Di posisi ini tidak menjadi masalah karena ada Jose Manuel Reina.

DEFENDER
Ini yang agak memprihatinkan. Ketangguhan Reina di posisi kiper tidak perlu diragukan, tapi gmn pun juga yg paling penting dari sebuah pertahanan itu adalah barisan pertahanannya, kiper sejago apapun pasti kebobolan kalo bek2nya ga bagus dalam bertahan.

Di bek kanan tidak menjadi masalah karena ada Glen Johnson,
Bek tengah ini yang agak repot. ada 3 bek yg jadi pertimbangan, Jamie Carragher, Daniel Agger, dan Martin Skrtel. Carra udah tua, lari dan antisipasinya ga sebagus dulu lg, keliatan bngt dari musim lalu. Kalo Agger sering ga jelas posisinya, suka aneh kadang penampilannya. Cuma Skrtel yang konsisten.
Untuk bek tengah lebih baik Carragher dan Skrtel.
Di bek kiri bisa pasang Agger walaupun bukan posisi asli dia, tapi mau ga mau karena Aurelio dan Insua pindah, sedangkan cadangannya kurang bagus. Ditambah agger punya kaki kiri yang cukup mematikan dan dribel yang bagus.


MIDFIELDER
Dua gelandang jangkar, lebih baik Alberto Aquilani dan Steven Gerrard yg menghuni pos ini. Aquilani menjadi deep lying playmaker dgn visi permainannya yg bagus dan Gerrard menjadi box to box midfielder dgn kemampuan menyerang dan bertahan yg sama bagusnya, daya jelajah tinggi dan stamina yg sangat memadai.
Masalahnya apakah Gerrard bersedia jadi gelandang jangkar? Gw milih memindahkan posisi Gerrard karena kehadiran Joe Cole. Gw percaya duet mereka bakal lebih bagus daripada Schweini - Khedira di WC 2010 kmrn. Ditambah ada cadangan Lucas Leiva.

Sayap kanan tidak ada masalah karena ada Dirk Kuyt dan Maxi Rodriguez. Masang Kuyt itu harus, karena dia stabil dan punya kemampuan bertahan yg bagus ditambah stamina tinggi.
Sayap kiri juga tidak menjadi masalah karena Dirk Kuyt bisa bermain di sini, terbukti dari penampilan di WC 2010 kmrn. Dan ada Ryan Babel sebagai pengganti.

Untuk gelandang serang lain tidak lain adalah Joe Cole. Dia satu dari sedikit fantasista yang dilahirkan di Inggris.

FORWARD
Cuma ada satu nama: Fernando Torres.

Kesimpulan:
GK : Reina
DR : Johnson
DC : Carrager, Skrtel
DL : Agger
MC : Aquilani, Gerarrd
AMR: Maxi
AML: Kuyt
AMC: Cole
ST : Torres

Sedikit Renungan - Takdir

Takdir... kata itu sering sekali disebut, ada di mana2 dan misterius. Arti harafiah dari takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Semua hal yg hidup di dunia ini punya takdir masing2 termasuk manusia.

Banyak orang bilang bahwa manusia tidak bisa melawan takdir, tapi takdir itu hanya TUHAN yang tahu, berarti manusia tidak akan pernah tau takdirnya sendiri. Terlalu dini jika kita menilai kesimpulan bahwa suatu hal adalah takdir apabila belum ada usaha dari kita sendiri.

Sama halnya dengan jodoh. Kadang ada org bisa dengan mudah bilang: "gw ga jodoh dengan dia." Padahal sama, manusia kan ga tau jodohnya siapa. Kita punya kebebasan untuk memilih pasangan berdasarkan ketentuan yg ada akibat pemikiran dan keadaan kita. Ketentuan itu antara lain: agama, latar belakang keluarga, bahkan selera. Jadi bukan kita menunggu jodoh, kita lah yg berusaha menjadikan sesorang sbg jodoh kita. Kalau menunggu orang yang "tepat" sampai kapan pun ga akan kesampaian, karena tiap org punya kekurangan, tapi kitalah yg menjadikan seseorang sbg org yang "tepat".

Ada suatu pembicaraan menarik di kantor. Waktu itu saya lagi berpikir utk keluar dari kantor dgn alasan tertentu. Sewaktu pembicaraan berlangsung, seseorang bilang: "Lo kan ga tau takdir lo gmn, siapa tau lo cocoknya emg di sini." Tapi yg gw pikirkan adalah: "Justru karena gw ga tau takdir gw makanya gw bisa menentukan mimpi sendiri dan berusaha utk mencapai itu."

Jadi manusia tidak boleh berhenti berusaha dan hanya menyerah pada takdir, karena memang manusia tidak tahu takdirnya sendiri. Jika manusia menyerah dan pasrah dgn alasan takdir, kehidupan manusia itu sendiri tidak akan maju. Kita yg sekarang adalah hasil dari pemikiran di masa lalu, dan kita yang di masa depan adalah hasil dari pikiran kita saat ini. Apabila sekarang kita diam dan pasrah, kita di masa depan akan sama saja dgn kita yg sekarang.

Tentunya semua hal yg kita inginkan tidak akan terpenuhi semua, tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk itu dan tidak ada usaha yang sia2, karena di setiap hal yg kita lakukan pasti ada pelajaran yg berharga.

Senin, 24 Mei 2010

TimNas Indonesia - Mei 2010

Starting 11 Tim Nasional di World Cup 2010 - versi gw

ITALY (4-3-3)

· GK : Gianlugi Buffon

· DF : Gianluca Zambrotta, Fabio Cannavaro, Giorgio Chiellini, Domenico Criscito

· MF : Andrea Pirlo, Danielle De Rossi, Mauro Camoranesi

· FW : Antonio Cassano, Antonio Di Natale, Alberto Gilardino


SPAIN (4-4-2)

· GK : Iker Casillas

· DF : Sergio Ramos, Carles Puyol, Gerard Pique, Joan Capdevilla

· MF : Xavi Hernandez, Marcos Senna, Andres Iniesta, David Silva

· FW : Fernando Torres, David Villa


ARGENTINA (4-3-3)

· GK : Sergio Romero

· DF : Javier Zanetti, Martin Demichelis, Walter Samuel, Emiliano Insua

· MF : Javier Mascherano, Esteban Cambiasso, Juan Roman Riquelme

· FW : Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Diego Milito


ENGLAND (4-4-2)

· GK : Robert Green

· DF : Glen Johnson, John Terry, Rio Ferdinand, Ashley Cole

· MF : Steven Gerrard, Frank Lampard, Gareth Barry, Joe Cole

· FW : Peter Crouch, Wayne Rooney


NETHERLAND (4-1-4-1)

· GK : Maarten Stekelenburg

· DF : Gregory van der Wiel, Andre Ooijer, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst

· MF : Mark van Bommel, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Arjen Robben, Dirk Kuyt

· FW : Robin van Persie


GERMANY (4-2-3-1)

· GK : Hans-Jorg Butt

· DF : Arne Freidrich, Per Mertesacker, Heiko Westermann, Philipp Lahm

· MF : Michael Ballack, Piotr Trochowski, Bastian Schweinsteiger, Mesut Ozil, Thomas Muller

· FW : Stefan Kiessling


FRANCE (4-4-2)

· GK : Hugo Lloris

· DF : Bacary Sagna, Philippe Mexes, William Gallas, Patrice Evra

· MF : Lassana Diarra, Yoann Gourcuff, Frank Ribery, Florent Malouda

· FW : Thierry Henry, Nicolas Anelka


BRAZIL (4-2-3-1)

· GK : Julio Cesar

· DF : Douglas Maicon, Lucio, Juan, Marcelo

· MF : Felipe Melo, Elano Blumer, Kaka, Ronaldinho, Robinho

· FW : Luis Fabiano